Belajar Bersama Dara

Tips praktis

Tiga template yang bisa langsung digunakan

Bukan teori dari buku panduan. Semua tips dan template di halaman ini disusun dari catatan reviewer sungguhan pada enam karya yang sudah terbit, termasuk kritik yang paling pedas. Silakan diunduh, diisi, dan digunakan.

Template siap unduh

Semuanya berformat Word supaya bisa langsung disunting. Gratis dan tanpa perlu mendaftar apa pun.

Paling sering digunakan Berkas Word · 7 kelompok periksa

Daftar periksa sebelum submit

Empat puluh butir yang lahir dari kritik nyata, mulai dari celah riset yang dinilai belum kuat, kajian literatur yang dangkal, uji normalitas yang kurang, sampai pernyataan etika riset yang sering terlupa. Ada bagian khusus untuk riset kuantitatif dan kualitatif.

Berkas Word · template siap isi

Contoh surat balasan kepada reviewer

Struktur lengkap dari kepala surat sampai penutup, dengan bagian yang tinggal diisi. Termasuk contoh rumusan kalimat untuk situasi yang membingungkan banyak penulis: ketika dua reviewer memberi saran yang saling bertentangan.

Berkas Word · tabel empat kolom

Tabel respons poin demi poin

Format yang lazim diminta jurnal: nomor, komentar reviewer, perbaikan yang dilakukan, dan letak halamannya. Ini format yang sama seperti yang digunakan pada proses review paper JIEB di etalase ini.

Lima kesalahan yang paling sering ditegur

Lima hal ini muncul berulang di dokumen review keenam karya. Kalau waktu Anda terbatas, perbaiki kelimanya lebih dulu.

1. Pembahasan yang miskin rujukan

Ini keluhan nomor satu. Seorang reviewer menyebut pembahasan yang hanya bersandar pada satu sampai dua rujukan sebagai kelemahan fundamental, dan menuliskannya dengan kata mengkhawatirkan. Pembahasan itu bukan pengulangan hasil. Di sanalah temuan Anda diadu dengan temuan orang lain.

2. Celah riset yang hanya bersandar pada perbedaan konteks

Menyatakan bahwa studi terdahulu meneliti sektor swasta sementara studi Anda di sektor publik, sering dinilai belum cukup kuat. Jelaskan mengapa perbedaan konteks itu mengubah cara kerja fenomenanya, bukan sekadar menyebut lokasinya berbeda.

3. Metode yang tidak bisa ditelusuri ulang

Reviewer akan bertanya sangat rinci: bagaimana jumlah sampel ditentukan, bagaimana responden dihubungi, bagaimana bias dikendalikan, berapa lama pengumpulan data dan mengapa. Untuk riset kualitatif, panduan pertanyaan wawancara beserta alasan tiap pertanyaan juga diminta.

4. Kajian literatur yang merangkum, bukan menimbang

Menyusun ringkasan studi terdahulu secara berurutan tidak dianggap tinjauan kritis. Reviewer juga secara khusus meminta dimunculkannya temuan yang bertolak belakang, bukan hanya yang mendukung hipotesis Anda.

5. Pernyataan etika riset yang tidak ada

Satu editor menyatakan terus terang bahwa jurnalnya tidak menerbitkan paper yang tidak dapat membuktikan kesesuaian dengan kebijakan etik institusi. Siapkan pernyataan ini sejak menyusun metode, jangan menunggu diminta.

Tanya jawab

Ada yang mau ditanyakan soal ini? Tulis di bawah. Pertanyaan tampil setelah ditinjau.