Belajar Bersama Dara

Tanya jawab

Pertanyaan yang paling sering muncul, dijawab di sini

Sebagian besar pertanyaan tentang publikasi sebenarnya berulang. Di bawah ini 15 pertanyaan yang paling sering ditanyakan, dijawab memakai kasus nyata dari karya yang ada di situs ini. Cari dulu di sini sebelum bertanya, kemungkinan besar jawabannya sudah ada.

15 pertanyaan

Biaya dan akses

Apakah terbit di jurnal Scopus harus bayar?

Tidak. Ini salah paham yang paling sering membuat orang mundur sebelum mencoba. Dari tujuh karya di situs ini, enam paper Scopus dan satu jurnal SINTA, hanya satu yang mengeluarkan biaya APC. Enam sisanya nol rupiah.

Ada empat model akses jurnal dan hanya satu yang mewajibkan penulis membayar. Dua paper di sini terbit lewat jalur berlangganan, satu lewat jalur hibrida tanpa membayar, dan tiga lewat jurnal akses terbuka yang memang tidak memungut biaya sama sekali.

Baca empat model akses jurnal →

Kalau akses terbuka, bukankah pasti bayar?

Tidak selalu. Ada kelompok jurnal yang biayanya sudah ditanggung lembaga penyelenggaranya, biasanya universitas, kementerian, atau penerbitnya sendiri. Artikelnya terbuka bagi siapa saja, sementara penulis tidak diminta sepeser pun.

Jurnal semacam ini memang tidak selalu muncul di hasil pencarian teratas, jadi harus dicari dengan sengaja. Tiga karya di situs ini terbit lewat jalur itu.

Lihat penjelasan istilahnya →

Menghadapi hasil review

Paper saya dapat major revision. Apakah itu tanda akan ditolak?

Bukan. Major revision berarti paper dinilai punya potensi, tetapi ada persoalan mendasar yang harus dibereskan lebih dulu. Papernya akan dinilai ulang setelah Anda merevisi.

Menerima major revision dua kali berturut-turut pun masih wajar. Paper Evidence-based HRM di situs ini melewati dua ronde major revision, baru kemudian satu ronde minor, sebelum akhirnya diterima.

Lihat kasusnya →

Satu reviewer merekomendasikan ditolak. Apakah masih ada harapan?

Masih, selama editor belum menutup pintu. Keputusan akhir ada di tangan editor, bukan di tangan reviewer.

Pada paper burnout latency di situs ini, satu reviewer terang-terangan merekomendasikan reject dengan kritik yang menyakitkan. Editornya memperlakukan rekomendasi itu sebagai major revision dan mengundang penulis merevisi. Papernya kini terbit di jurnal Q1.

Baca kasus dari reject ke accepted →

Dua reviewer memberi saran yang saling bertentangan. Harus menuruti yang mana?

Anda tidak wajib menuruti keduanya. Pilih satu, lalu jelaskan alasannya dengan sopan di surat pengantar.

Ini benar-benar terjadi pada paper Cogent Psychology di situs ini. Satu reviewer meminta bagian keterbatasan diletakkan sebelum kesimpulan, reviewer lain memintanya setelah kesimpulan. Penulis memilih satu dan menjelaskan alasannya, dan papernya diterima.

Lihat delapan pelajaran lainnya →

Paper saya kena desk reject. Apa yang harus dilakukan?

Jangan langsung merombak isinya. Desk reject biasanya bukan soal mutu riset. Yang lebih sering jadi penyebab adalah cakupan yang tidak cocok, bahasa yang belum layak baca, atau format yang tidak mengikuti pedoman jurnal.

Periksa dulu apakah topik Anda memang masuk dalam cakupan jurnal itu. Kalau tidak, memindahkan paper ke jurnal yang lebih cocok sering lebih berhasil daripada menulis ulang.

Pelajari cara memilih jurnal →

Lama proses dan tata cara

Berapa lama biasanya dari submit sampai terbit?

Sangat berbeda antar jurnal, dan itu bukan cerminan mutu paper Anda. Di situs ini rentangnya sangat lebar. Yang tercepat diterima dalam lima minggu, yang terlama menempuh lima ronde review selama hampir setahun.

Yang perlu disiapkan mentalnya adalah masa menunggu keputusan pertama. Pada paper Evidence-based HRM, paper diserahkan 11 November dan keputusan pertama baru datang 2 Maret, hampir empat bulan tanpa kabar apa pun. Itu normal.

Lihat paper yang sedang berjalan →

Berapa lama sebaiknya menunggu sebelum menanyakan status paper ke editor?

Periksa dulu sistem penyerahan jurnalnya. Hampir semua penerbit besar menampilkan status paper secara langsung, jadi Anda tidak perlu bertanya hanya untuk mengetahui posisinya.

Kalau statusnya tidak bergerak sama sekali lebih dari empat bulan, barulah wajar mengirim surat singkat dan sopan kepada editor. Menanyakan sebelum itu biasanya tidak mempercepat apa pun.

Pahami istilah proses penilaian →

Apakah boleh menyerahkan paper ke dua jurnal sekaligus?

Tidak boleh. Menyerahkan paper yang sama ke lebih dari satu jurnal pada waktu bersamaan melanggar etika penerbitan, dan hampir semua jurnal meminta Anda menyatakan secara tertulis bahwa paper tidak sedang dinilai di tempat lain.

Kalau ketahuan, paper bisa ditarik dari kedua jurnal dan catatannya melekat pada nama Anda. Tunggu keputusan satu jurnal selesai lebih dulu.

Baca istilah etika penerbitan →

Memilih jurnal

Bagaimana cara tahu sebuah jurnal predator atau bukan?

Ada sepuluh tanda yang bisa diperiksa, dan empat langkah verifikasi yang semuanya gratis dan tidak sampai sepuluh menit.

Tanda yang paling mudah dikenali ada empat. Mengajak lewat email dengan pujian berlebihan. Menjanjikan terbit dalam hitungan hari. Biayanya baru disebut setelah paper diterima. Ruang lingkupnya mencakup semua bidang sekaligus.

Lihat sepuluh tanda dan cara memeriksanya →

Apa bedanya Q1, Q2, Q3, Q4, dan bagaimana mengeceknya?

Kuartil adalah pembagian jurnal dalam satu bidang menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengutipannya. Q1 adalah seperempat teratas, Q4 seperempat terbawah.

Dua hal yang sering keliru dipahami. Satu jurnal bisa punya kuartil berbeda di bidang yang berbeda, jadi sebutkan sekalian kategorinya. Dan kuartil berubah setiap tahun. Periksa langsung di scimagojr.com, jangan mengandalkan klaim di situs jurnalnya.

Baca cara membaca kuartil →

Lebih baik jurnal nasional SINTA atau langsung internasional?

Pertanyaannya bukan nasional atau internasional, tetapi apakah jurnal itu menjalankan telaah yang sungguhan.

Jurnal nasional yang baik punya tiga peran yang tidak tergantikan. Ia tempat berlatih dengan tekanan yang lebih terkelola. Ia menjangkau pembaca yang tepat, karena riset tentang kebijakan Indonesia sering lebih berdampak bila dibaca pembuat kebijakan Indonesia. Dan sebagian jenjang karier memang mensyaratkannya.

Lihat contoh paper SINTA 2 →

Sampel saya kecil. Apakah tetap bisa tembus jurnal Q1?

Bisa. Paper kerja hibrida di situs ini hanya memakai sepuluh informan dan terbit di jurnal Q1. Reviewer memang menyoroti keterbatasan sampelnya, tetapi papernya tetap lolos.

Kuncinya dua hal. Klaim kontribusinya harus proporsional dengan bukti yang Anda punya, dan keterbatasannya diakui terbuka. Yang tidak bisa ditawar bukan besarnya sampel, tetapi kejelasan kerangka teori dan transparansi prosedur.

Baca bedah papernya →

Menyiapkan paper

Bagian mana yang paling sering ditegur reviewer?

Bagian diskusi atau pembahasan. Ini keluhan nomor satu di seluruh dokumen review yang ada di situs ini.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menulis pembahasan sebagai pengulangan hasil, atau menyandarkannya hanya pada satu sampai dua rujukan. Pembahasan adalah tempat temuan Anda diadu dengan temuan orang lain, jadi siapkan bagian ini sejak awal.

Lihat lima kesalahan yang paling sering ditegur →

Apakah pernyataan etika riset benar-benar wajib?

Wajib, dan ini yang paling sering dilupakan penulis pemula. Editor Higher Education, Skills and Work-Based Learning menyatakan terus terang bahwa jurnalnya tidak menerbitkan paper yang tidak dapat membuktikan kesesuaian dengan kebijakan etik institusi.

Siapkan keterangan ethical review sejak menyusun bagian metode, jangan menunggu diminta saat revisi.

Ambil daftar periksa sebelum submit →

Belum terjawab di atas?

Silakan kirim pertanyaannya lewat tombol hijau atau biru di pojok kanan bawah layar. Supaya jawabannya berguna untuk lebih banyak orang, pertanyaan yang masuk akan dijawab dan diterbitkan di halaman ini, bukan dibalas satu per satu.

Sebelum mengirim, mohon dipahami

  • Balasan bisa memakan waktu satu sampai dua minggu, karena dijawab di sela mengajar dan meneliti.
  • Tidak menerima permintaan menjadi penulis pendamping pada paper yang tidak dikerjakan bersama sejak awal.
  • Tidak memeriksa paper utuh. Pertanyaan yang spesifik tentang satu bagian jauh lebih mungkin dijawab daripada permintaan membaca paper lengkap.
  • Tidak melayani jasa penerjemahan atau penyuntingan bahasa, baik berbayar maupun tidak.

Batasan ini disebutkan terbuka bukan untuk menolak, tetapi supaya tidak ada yang menunggu jawaban yang memang tidak akan datang.

Tanya jawab

Ada yang mau ditanyakan soal ini? Tulis di bawah. Pertanyaan tampil setelah ditinjau.