Belajar Bersama Dara

Panduan praktis

Memilih jurnal yang tepat, dan mengenali yang predator

Salah memilih jurnal bisa membuat uang, waktu, dan reputasi hilang bersamaan. Halaman ini menjelaskan model akses jurnal, arti penerbit besar, cara membaca kuartil, dan tanda-tanda jurnal predator, dengan contoh nyata dari karya yang ada di situs ini.

Empat model akses jurnal

Yang paling sering membingungkan penulis pemula adalah soal siapa yang membayar. Ada empat model, dan keempatnya sah. Yang penting Anda tahu konsekuensinya sebelum menyerahkan paper.

Model Siapa yang membayar Konsekuensi bagi penulis
Berlangganan
Subscription
Pembaca atau perpustakaan institusi. Penulis tidak membayar apa pun. Gratis bagi penulis, tetapi artikel Anda hanya bisa dibaca kalangan yang institusinya berlangganan. Pembaca lain harus meminta salinan langsung kepada Anda. Contoh di situs ini: paper IJOA dan HESWBL, keduanya Emerald.
Akses terbuka tanpa APC
Diamond open access
Lembaga penyelenggara jurnal, biasanya universitas, kementerian, atau penerbit yang menanggung biayanya sendiri. Penulis tidak membayar. Ini kombinasi terbaik yang paling sering terlewat: artikel bisa dibaca siapa saja tanpa penghalang, dan penulis tetap tidak keluar biaya. Jumlah jurnalnya memang lebih sedikit, jadi perlu dicari dengan sengaja. Contoh di situs ini: JWAM terbitan Emerald, JIEB terbitan UGM, dan Indonesian Treasury Review terbitan Kemenkeu.
Akses terbuka berbayar
Gold open access
Penulis atau lembaganya, lewat biaya pemrosesan artikel yang lazim disebut APC. Artikel bisa dibaca dan diunduh siapa saja, sehingga peluang dibaca dan dikutip lebih besar. Tetapi biayanya nyata, mulai ratusan sampai ribuan dolar tergantung penerbitnya. Contoh di situs ini: Cogent Psychology terbitan Taylor and Francis, satu-satunya karya di etalase ini yang memang berbayar.
Hibrida
Hybrid
Jurnal berlangganan yang menawarkan pilihan membayar agar satu artikel menjadi akses terbuka. Anda boleh memilih. Kalau tidak membayar, artikel tetap terbit di balik langganan. Kalau membayar, artikel Anda saja yang terbuka. Contoh di situs ini: paper Evidence-based HRM, yang terbit lewat jalur berlangganan sehingga tidak dikenai biaya.

Anggapan yang paling sering membuat orang mundur sebelum mencoba adalah bahwa terbit di jurnal internasional bereputasi pasti mahal. Angka di etalase ini membantahnya secara langsung. Dari tujuh karya yang ditampilkan, enam paper Scopus dan satu jurnal SINTA, hanya satu yang benar-benar mengeluarkan biaya APC: Cogent Psychology. Enam sisanya nol rupiah. Dua terbit lewat jalur berlangganan, satu lewat jalur hibrida tanpa membayar, dan tiga lainnya akses terbuka penuh yang memang tidak memungut biaya sama sekali.

Poin ketiga itu yang paling layak digarisbawahi. Banyak penulis mengira akses terbuka otomatis berarti membayar, lalu menutup pilihan itu sejak awal. Padahal ada kelompok jurnal yang biayanya sudah ditanggung lembaga penyelenggaranya, sehingga artikel terbuka bagi siapa saja sementara penulis tidak diminta sepeser pun. Jurnal semacam ini tidak selalu muncul di hasil pencarian teratas, jadi memang harus dicari dengan sengaja. Tetapi begitu ketemu, dua-duanya didapat: jangkauan pembaca yang luas dan biaya nol.

Ada juga satu hal yang sering disalahpahami. Membayar APC bukan berarti membeli penerimaan paper. Pada jurnal yang benar, biaya baru muncul setelah paper dinyatakan diterima melalui proses telaah yang sungguhan. Kalau ada jurnal yang meminta uang di awal sebagai syarat paper diproses, atau menjanjikan penerimaan asalkan membayar, itu tanda bahaya yang akan dibahas di bawah.

Apa arti penerbit besar

Dalam percakapan sehari-hari, orang menyebutnya penerbit tier satu. Istilah ini tidak resmi, tetapi merujuk pada rumah penerbitan akademik internasional yang sudah lama berdiri dan mengelola ratusan sampai ribuan jurnal.

Yang termasuk di dalamnya antara lain Elsevier, Springer Nature, Wiley, Taylor and Francis, Sage, dan Emerald. Menembus jurnal di bawah penerbit ini memang membanggakan, karena sistem telaahnya mapan, penyuntingannya rapi, dan jangkauan pembacanya luas.

Tetapi ada satu hal penting yang jarang dijelaskan kepada penulis pemula. Nama besar penerbit bukan jaminan mutu jurnal yang Anda tuju. Satu penerbit besar bisa menaungi jurnal Q1 dan jurnal Q4 dalam waktu bersamaan. Yang menentukan bobot publikasi Anda adalah reputasi jurnalnya sendiri, bukan logo penerbit di sampulnya.

Karena itu, urutan memeriksanya sebaiknya dibalik. Jangan mulai dari pertanyaan siapa penerbitnya, tetapi dari pertanyaan apakah jurnal ini benar terindeks, di kuartil berapa, dan apakah ruang lingkupnya cocok dengan paper saya. Nama penerbit adalah informasi terakhir, bukan yang pertama.

Membaca kuartil Scimago

Kuartil adalah cara mengelompokkan jurnal berdasarkan peringkatnya di dalam satu bidang ilmu. Seluruh jurnal dalam bidang tersebut diurutkan, lalu dibagi empat. Q1 berarti jurnal itu berada di seperempat teratas, Q2 di seperempat berikutnya, dan seterusnya sampai Q4.

Ada dua hal yang sering keliru dipahami. Pertama, satu jurnal bisa punya kuartil berbeda di bidang yang berbeda. Jurnal yang sama mungkin Q1 pada kategori manajemen tetapi Q2 pada kategori psikologi. Kalau Anda menyebut kuartil, sebutkan sekalian kategorinya. Kedua, kuartil berubah setiap tahun mengikuti perhitungan terbaru. Jurnal Q1 tahun ini bisa turun ke Q2 tahun depan, dan sebaliknya.

Cara memeriksanya gratis dan terbuka: buka situs Scimago Journal Rank di scimagojr.com, ketikkan nama jurnalnya, lalu lihat kategori dan kuartilnya. Jangan mengandalkan klaim yang tertulis di situs jurnal itu sendiri.

Sepuluh tanda jurnal predator

Jurnal predator memungut biaya tetapi tidak menjalankan telaah sungguhan. Akibatnya bukan sekadar uang hilang. Artikel Anda tercatat di tempat yang merusak rekam jejak. Semakin banyak tanda di bawah ini muncul, semakin besar alasan untuk mundur.

1

Ajakan lewat email yang berlebihan memuji

Email masuk memuji karya Anda dengan bahasa yang terlalu manis, sering menyebut bidang yang bahkan bukan bidang Anda, atau salah menuliskan nama Anda. Jurnal bereputasi tidak memburu penulis lewat email massal.

2

Janji terbit sangat cepat

Menjanjikan terbit dalam hitungan hari atau satu sampai dua minggu. Telaah sejawat yang sungguhan butuh waktu. Sebagai pembanding, di situs ini ada paper yang diterima dalam lima minggu dan itu tergolong sangat cepat, sementara yang lain butuh lima ronde selama hampir setahun.

3

Biaya tidak transparan

Besaran biaya tidak tercantum jelas di situs, atau baru disebutkan setelah paper dinyatakan diterima. Jurnal yang benar mengumumkan biayanya secara terbuka sejak awal.

4

Ruang lingkup terlalu luas

Ada jurnal yang mengaku menerima paper dari kedokteran, teknik, ekonomi, sampai sastra, semuanya sekali jalan. Jurnal sungguhan punya batas bidang yang jelas karena dewan editornya memang ahli di bidang itu.

5

Dewan editor tidak bisa diverifikasi

Nama editor tanpa afiliasi, tanpa email institusi, atau ketika ditelusuri ternyata orangnya tidak pernah merasa menjadi editor di sana. Beberapa jurnal predator mencantumkan nama akademisi tanpa izin.

6

Klaim indeksasi palsu

Memasang logo Scopus, Web of Science, atau DOAJ padahal namanya tidak ada di daftar resmi lembaga tersebut. Logo di situs jurnal sama sekali bukan bukti. Selalu periksa dari sisi lembaga pengindeksnya.

7

Tidak ada proses telaah yang nyata

Paper diterima tanpa satu pun catatan perbaikan. Terdengar menyenangkan, tetapi sebenarnya mencurigakan. Telaah yang sungguhan hampir selalu menghasilkan permintaan revisi, sekecil apa pun.

8

Situs yang berantakan

Banyak salah ketik, tata letak kacau, tautan mati, alamat kantor tidak jelas, atau hanya mencantumkan alamat email gratis seperti gmail sebagai kontak resmi redaksi.

9

Nama yang mirip jurnal terkenal

Sengaja memakai nama yang nyaris sama dengan jurnal bereputasi, kadang hanya berbeda satu kata atau menambahkan kata international. Periksa ISSN dan penerbitnya, jangan hanya namanya.

10

Sulit menarik paper

Ketika Anda ingin membatalkan pengiriman, pihak jurnal mempersulit, menagih biaya pembatalan, atau tidak menjawab sama sekali. Jurnal yang benar menghormati hak penulis untuk menarik papernya.

Empat langkah memverifikasi jurnal

Lakukan keempatnya sebelum menyerahkan paper. Semuanya gratis dan tidak sampai sepuluh menit.

Periksa kuartil dan indeksasinya di sumber resmi

Buka scimagojr.com dan cari nama jurnalnya. Kalau tidak ditemukan di sana, jurnal itu tidak terindeks Scopus, apa pun yang diklaim situsnya.

Untuk jurnal akses terbuka, periksa di DOAJ

Directory of Open Access Journals di doaj.org menyeleksi jurnal akses terbuka yang menjalankan telaah sungguhan. Tercantum di sana adalah pertanda baik.

Telusuri dewan editornya

Ambil dua atau tiga nama editor, cari di internet, lalu pastikan afiliasinya nyata dan mereka memang bekerja di bidang tersebut. Kalau perlu, kirim email singkat untuk memastikan.

Pakai daftar periksa Think Check Submit

Buka thinkchecksubmit.org, sebuah inisiatif lintas lembaga penerbitan yang menyediakan daftar periksa ringkas untuk menilai kelayakan sebuah jurnal.

Jurnal nasional bukan jurnal kelas dua

Ada anggapan keliru yang perlu diluruskan, bahwa jurnal yang tidak terindeks Scopus otomatis kurang berharga. Itu tidak benar. Yang berbahaya adalah jurnal predator, bukan jurnal nasional.

Indonesia punya sistem akreditasi sendiri bernama SINTA, dengan peringkat SINTA 1 sampai SINTA 6. Jurnal SINTA 1 dan 2 menjalankan telaah sejawat yang serius, punya dewan editor yang jelas, dan terbit secara teratur. Di situs ini ada contohnya: Indonesian Treasury Review yang dikelola Kementerian Keuangan dan berperingkat SINTA 2.

Jurnal nasional yang baik punya tiga peran yang tidak tergantikan. Pertama, tempat berlatih. Menulis untuk jurnal terakreditasi melatih disiplin yang sama dengan jurnal internasional, tetapi dengan tekanan yang lebih terkelola. Kedua, menjangkau pembaca yang tepat. Riset tentang kebijakan Indonesia sering lebih berdampak bila dibaca oleh pembuat kebijakan Indonesia, dan mereka membaca jurnal nasional. Ketiga, memenuhi kebutuhan karier tertentu yang memang mensyaratkan publikasi terakreditasi nasional.

Jadi pertanyaannya bukan nasional atau internasional, tetapi apakah jurnal itu menjalankan telaah yang sungguhan. Itu satu-satunya garis pemisah yang benar-benar penting.

Tanya jawab

Ada yang mau ditanyakan soal ini? Tulis di bawah. Pertanyaan tampil setelah ditinjau.