Riset yang dikerjakan · 2024 · Penelitian Kolaborasi Nasional
Dampak Hybrid Working dan Job Burnout terhadap Perceived Organizational Support dan Employee Well-being pada ASN
Kerja hibrida sudah menjadi keseharian aparatur, tetapi dampaknya pada kesejahteraan mereka jarang diuji dengan data besar. Penelitian ini mengujinya pada 533 ASN dari berbagai instansi di Indonesia.
Mengapa penelitian ini dikerjakan
Pandemi mengubah pola kerja aparatur secara permanen. Pertanyaannya bukan lagi apakah kerja hibrida diterapkan, tetapi apa akibatnya bagi dukungan organisasi yang dirasakan pegawai dan bagi kesejahteraan mereka.
Cara kerjanya
Structural Equation Modeling dengan estimasi Generalized Least Squares atas data 533 responden ASN yang dipilih lewat pengambilan sampel acak sederhana.
Yang dihasilkan
- Kesejahteraan pegawai tercatat paling tinggi di antara semua variabel, dengan rerata 3,16 dari skala 4 dan sebaran yang konsisten.
- Kejenuhan kerja tercatat rendah, rerata 1,71, sedangkan intensitas kerja hibrida berada pada tingkat rendah sampai menengah.
- Luaran utamanya artikel di jurnal internasional terindeks Scopus, yang kini sudah terbit.
Tim peneliti
- Despinur Dara (ketua)
- Susan Febriantina
- Suwanto
- Naura Yasmin Zahraini (mahasiswa)
- Resi Rejalia (mahasiswa)
Kaitan dengan isi situs ini
- Paper terbit: Enhancing well-being in hybrid work (Cogent Psychology)
- Paper terbit: Hybrid work in the public sector (JWAM)
- Topik: Kesejahteraan dan kepuasan kerja
Halaman ini rangkuman yang ditulis dari laporan aslinya. Dokumen penuh tidak dipublikasikan karena memuat data mentah dan administrasi pendanaan, dan nilai hibah tidak dicantumkan karena besaran dana adalah urusan peneliti dengan pemberi dananya. Status: laporan akhir, sudah berbuah publikasi.