Riset yang dikerjakan · 2026 · Penelitian Doktor
Pengembangan Indeks Kualitas Kerja ASN dan Model Tata Kelola Kerja Digital
Digitalisasi kerja aparatur berjalan cepat, tetapi mutu kerja yang layak jarang diukur. Penelitian ini membangun Indeks Kualitas Kerja ASN, alat ukur baru yang menilai kerja digital aparatur dari sisi manusianya, bukan sekadar dari sisi administrasinya.
Mengapa penelitian ini dikerjakan
Tata kelola kerja digital di birokrasi selama ini dinilai dari kepatuhan administratif, sehingga risiko terhadap kualitas kerja yang aman, bermartabat, dan berkelanjutan, sebagaimana konsep kerja layak pada SDG 8, cenderung terabaikan. Penelitian ini mengisi celah itu dengan pendekatan penilaian risiko pada sistem manusia, bukan pada sistemnya saja.
Cara kerjanya
Metode campuran dalam lima tahap terintegrasi dengan kerangka design science research: survei kuantitatif terhadap ASN dan wawancara kualitatif. Instrumen akhirnya, kuesioner IKK-ASN, memuat 35 butir substantif yang mengukur lima konstruk, memakai skala empat poin tanpa opsi netral.
Yang dihasilkan
- Tersusunnya instrumen Indeks Kualitas Kerja ASN dengan lima konstruk pengukuran, termasuk tuntutan kerja digital seperti beban pesan kerja di luar jam kerja.
- Model tata kelola kerja digital berbasis penilaian risiko sistem manusia, yang menempatkan mutu kerja aparatur sebagai objek yang diukur, bukan diasumsikan.
Tim peneliti
- Dr. Despinur Dara, S.T., M.M. (ketua)
- Prof. Dr. Dewi Susita, M.Si.
- Prof. Dr. Rd Tuty Sariwulan, M.Si.
- Endah Tri Winingsih (mahasiswa)
- Arif Kusman (mahasiswa)
Kaitan dengan isi situs ini
Halaman ini rangkuman yang ditulis dari laporan aslinya. Dokumen penuh tidak dipublikasikan karena memuat data mentah dan administrasi pendanaan, dan nilai hibah tidak dicantumkan karena besaran dana adalah urusan peneliti dengan pemberi dananya. Status: laporan akhir.